Senin, 26 April 2010


MAKALAH AL- QUR’AN HADIST
TENTANG KEWAJIBAN BERDAKWAH

















kelompok vi
jefri kusuma



MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) PARUNGPANJANG
Jln. Raya Cibunar Desa Cibunar Kec. Parungpanjang Kab. Bogor



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas rahmat serta karunianya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini insya Allah akan bermanfaat bagi yang membacanya dan sebagai sarana pendidikan untuk mengenal ajaran dakwah yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Dan mudah-mudahan dengan di pelajarinya meteri dakwah ini kita menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ........Amin























KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I.
PENDAHULUAN
A. Latar belakang ........................................................................................ 1
B. Kewajiban Berdakwah..............................................................................2
C. Tujuan Dakwah.........................................................................................3
BAB II.
PEMBAHASAN
A. Metode Dakwah .......................................................................................4
B. Kewajiban Berdakwah illah......................................................................6
BAB III.
PENUTUP
A. Kesimpulan.........................................................................................8
B. Saran...................................................................................................8





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hubungan manusia dengan manusia yang lainnya. Sehingga individu dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat . Tidak ada satupun agama ataupun ideologi lain yang memiliki aturan seperti itu apalagi menandinginya. Rosulullah SAW telah menjelaskan hubungan individu dengan masyarakat ini melalui sabdanya :
“ Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas ( peraturan ) Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka . Sebagian mereka mendapat tempat dibagian atas dan sebagian lain dibagian bawah, jika mereka membutuhkan air maka harus berjalan melewati bagian atas kapal. Maka merekapun berujar,” bagaimana jika kami lubangi saja bagian bawah kapal ini (untuk mendapatkan air), toh hal itu tidak menyakiti orang yang berada dibagian atas”. Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain”. (HR. Bukhari)
Dari hadist diatas Rasulullah menunjukkan bagaimana keterpaduan individu dan masyarakat, dimana individu berbuat untuk kemaslahatan masyarakat dan masyarakat berbuat untuk menjaga individu. Oleh karena itu jika masyarakat melakukan kemaksiatan seperti syirik kewajiban kitalah yang mengerti agama islam ini dengan kaffah menjaga mereka dari api neraka yaitu caranya dengan berdakwah.








B. Kewajiban Berdakwah
Kewajiban dakwah dalam islam adalah setiap kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT, sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata da'wah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.
Da'wah adalah usaha penyebaran pemerataan ajaran agama di samping amar ma'ruf dan nahi munkar. Terhadap umat Islam yang telah melaksanakan risalah Nabi lewat tiga macam metode yang paling pokok yakni da'wah, amar ma'ruf, dan nahi munkar, Allah memberi mereka predikat sebagai umat yang berbahagia atau umat yang menang .
Kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang artinya : ajakan, seruan, panggilan, undangan. Jadi, pengertian ilmu Dakwah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan seni dan tehnik menarik perhatian orang guna mengikuti suatu ideologi dan pekerjaan tertentu. Dengan kata lain, ilmu yang mengajarkan cara-cara mempengaruhi alam fikiran manusia . Adapun pengertian dakwah menurut islam ialah mengajak umat manusia dengan cara bijaksana untuk mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya guna mencapai kebahagian di dunia dan diakhirant. Orang yang menyeru atau pelaksana dakwah disebut “dai”.
“Mendorong manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh manusia dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan diakhirat”.Yang dimaksud Ilmu da'wah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan da'wah disebut da'i sedangkan yang menjadi obyek da'wah disebut mad'u. Setiap Muslim yang menjalankan fungsi da'wah Islam adalah da'i.



B TUJUAN DAKWAH
Ilmu da'wah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideologi, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan da'wah disebut da'i sedangkan yang menjadi obyek da'wah disebut mad'u. Setiap Muslim yang menjalankan fungsi da'wah Islam adalah da'i.
Adapun mengenai tujuan da'wah, yaitu: pertama, mengubah pandangan hidup. Dalam QS. Al Anfal: 24 di sana di siratkan bahwa yang menjadi maksud dari da'wah adalah menyadarkan manusia akan arti hidup yang sebenarnya. Hidup bukanlah makan, minum dan tidur saja. Manusia dituntut untuk mampu memaknai hidup yang dijalaninya.
Kedua, mengeluarkan manusia dari gelap-gulita menuju terang-benderang. Ini diterangkan dalam firman Allah: "Inilah kitab yang kami turunkan kepadamu untuk mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada terang-benderang dengan izin Tuhan mereka kepada jalan yang perkasa, lagi terpuji." (QS. Ibrahim: 1).
Selain itu da’wah juga untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridlai oleh Allah Swt. Nabi Muhammad Salallaahu 'alaihi wa salam mencontohkan da'wah kepada ummatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu.





BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Dakwah
Da'wah adalah usaha penyebaran pemerataan ajaran agama di samping amar ma'ruf dan nahi munkar. Terhadap umat Islam yang telah melaksanakan risalah Nabi lewat tiga macam metode yang paling pokok yakni da'wah, amar ma'ruf, dan nahi munkar, Allah memberi mereka predikat sebagai umat yang berbahagia atau umat yang menang .
Secara konseptual metode dakwah biasa disebut dengan istilah ”Mau’izatul hasanah wa mujahadah billati hiya ahsan.” Dasar metode ini adalah QS An-Nahl (16) : 125,
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[*] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.( QS AN-NAHL 125)
*] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang dan yangbatil[**] Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.
Allah memerintahkan RasulNya Muhammad untuk menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah.
Allah memerintahkan Rasulnya untuk berlemah lembut dalam berdakwah sebagaimana Allah memerintah Musa dan Harun AS. dalam mendakwahi Fir’aun. Musa yang lari dari fir’aun, setelah melalui masa pelariannya selama 10 tahun hingga menikah dengan salah seorang anak gembala domba, Allah perintahkan datang kembali menemui Fir’aun di istananya, tempat ia pernah tumbuh dan dibesarkan. Meski demikian, dalam sebuah riwayat dikatakan, Musa as perlu waktu bersabar selama dua tahun bolak balik didepan pintu istana, barulah dapat menemui Fir’aun dan menyampaikan misi yang di emban dari Allah. Allah berfirman Fa quulaa lahuu qowlan layyinan ….( maka katakanlah kepadanya (Fir’aun) kata-kata yang lemah lembut, semoga dia menjadi ingat atau menjadi takut kepada Allah.

Metode seperti ini digunakan pula oleh Sunan Kalijaga ketika berdakwah kepada Adipati Pandanarang di Semarang. Pada mulanya terjadi perdebatan seru, dan perdebatan itu berakhir dengan tunduknya Adipati untuk masuk Islam. Ia sangat terkesan dengan anjuran Sunan Kalijaga tentang peri kesopanan (akhlaq). Bahkan saking tertariknya dengan Sunan Kalijaga, maka dia rela mengorbankan pangkat dan keduniaan, harta dan keluarganya demi menuruti syarat-syarat yang diajukan Sunan Kalijaga agar dapat diteriama sebagai murid untuk berguru ilmu keislaman.
Firman Allah dalam surat As-Syura 214-216

...............................................................................................................................................

..............................................................................................................................................

.............................................................................................................................................

Artinya : 214 Dan berilah peringatan kepada rabatmu
215. Dan lemah lembutlah terhadap orang-orang yang mengikutimu dari Orang- Orang mu’min
216. Maka jika mereka mendurhakai mu, maka katakanlah,”Sesungguhnya aku terlepas diri dari apa yang kamu kehendaki.



B.Kewajiban berdakwah ilallah
Pentingnya berdakwah ilallah:
Allah I telah menjelaskan seluruh hukum-hukum syariat secara global di dalam Al-Quran lalu dijelaskan secara terperinci oleh rasulullah r di dalam sunah-sunah beliau r. Akan tetapi, khusus masalah dakwah dijelaskan oleh Allah I secara terperinci, lengkap dan menyeluruh di dalam Al-Quran. Allah I tidak menerangkan tentang tata cara beribadahnnya para nabi (secara rinci), tidak menerangkan bagaimana cara sholatnya Nabi Ibrahim, bagaimana tata cara hajinya Nabi Adam, bagaimana cara puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud. Semuanya di terangkan oleh Allah di dalam Al-Quran secara umum. Dan Allah I tidak menjelaskan secara terperinci di dalam Al-Quran Surat Al- Hijr 94-96
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain disamping Allah, maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya)” [QS al-Hijr :94-96].
Beliau saw. pun menerangkan perintah Allah SWT secara terang-terangan. Beliau saw. pun menampilkan kutlahnya secara terang-terang kepada seluruh masyarakat, sekalipun masih ada sebagian kaum muslimin yang menyembunyikan ke-Islamannya bahkan sampai penaklukan kota Makkah. Setelah aksi menampilkan kutlah secara terang-terangan di Ka’bah, terjadilah pergesekan dakwah dan kelompok dakwah dengan masyarakat Makkah dengan para pemimpinnya yang sangat cinta kepada kepemimpinan dengan sistem jahiliyyah. Perjuangan kelompok dakwah Nabi dan para sahabat pun berubah dari fase rahasia (daur al istikhfa) ke fase terang-terangan (daur al I’lan). Berpindah dari fase mengkontak orang-orang yang memiliki kesediaan menerima Islam ke fase berbicara kepada masyarakat secara menyeluruh (lihat An Nabhani, idem., hal 16).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengertian dakwah memiliki 3 arti yaitu :
1. menurut bahasa adalah seruan atau ajakan
2. Menurut Ishlah umum ; suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan seni dan teknik untuk menarik perhatian orang guna mengikuti suatu ideologi dan pekerjaan tertentu.3. Menurut islam; mengajak umat manusia dengan cara bijaksana untuk mengikuti petunjuk-petunjuk Allah SWT dan RasulNya guan mencapai kebahagiaan di dunia dan di Akhirat. Adapun sejarah dakwah yang dumulai dari zaman dahulu sampai sekarang adalah bermula pada zaman Rasulullah yang memulai dakwahnya dari keluarga atau kaum kerabat yang terdekat dan menjuru kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dalam berdakwah di masyarakt ramai memang tantangan, ejekan, hinaan serta yang lainnya sudah merupakan hal yang biasa dan dihadapi dengan bersabar. Selanjutnya perkembangan zaman semakin maju maka hingga sampai sekarang proses berdakwah dapat dilakukan dengan berbagai alat media seperti radio, TV, surat kabar. Yang jelas berita atau informasi tersebut dapat diterima dan sampai kepada khalayak ramai.
B. Saran
Mudah-mudahan dengan di pelajarinya materi dakwah ini kita bisa memperkuat keimanan kita terhadap Allah SWT. Dan dapat menyampaikan ajaran yang telah di bawa oleh Nabi Muhammad SAW.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar